Pengurus MUI Kota Tangerang Resmi Dilantik
- account_circle Metanew
- calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
- visibility 496
- comment 0 komentar

TANGERANG,MN – Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang, masa khidmat 2025-2030 resmi dikukuhkan di Gedung MUI Kota Tangerang, Jalan Satria Sudirman, Rabu, 21 Januari 2026.
Prosesi tersebut menjadi titik awal baru bagi para ulama untuk memperkuat nilai spiritualitas di Kota Tangerang.
Ketua MUI Kota Tangerang terpilih, Kiai Ahmad Baijuri Khotib mengatakan, keberadaan pengurus dalam organisasi merupakan amanah untuk berdakwah secara kolektif.
Menurutnya, kepengurusan periode tersebut merupakan representasi dari berbagai organisasi keagamaan yang ada di Kota Tangerang.
“Kita menjaga kebersamaan. Adanya kita di MUI bukan sekadar bersama di organisasi, namun kita semua sesungguhnya ditempatkan untuk kemaslahatan umat,” ujar Kiai Baijuri kepada awak media usai kegiatan.
Ia menambahkan, MUI bakal terus bersinergi dengan pemerintah untuk membangun wilayah menuju satu ideal, yakni Kota Akhlakul Karimah.
Salah satu langkah konkret yang akan diambil adalah merumuskan kerangka nilai spiritualitas kota guna menjaga ketenteraman dalam kehidupan sehari-hari.
“Nanti akan kita usulkan melalui pemuka agama, tokoh, dan cendekiawan untuk membuat kerangka agar Kota Tangerang memiliki nilai spiritualitas yang kuat, sehingga menjadi nilai pahala untuk kita semua,” lanjutnya.
Wali Kota Tangerang H. Sachrudin menegaskan pentingnya peran Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam menjawab berbagai persoalan sosial dan kemanusiaan yang dihadapi masyarakat.
Menurut Sachrudin, perkembangan zaman membawa tantangan yang semakin kompleks bagi umat, tidak hanya menyangkut persoalan keagamaan, tetapi juga berdampak langsung pada kehidupan sosial, lingkungan, ekonomi, hingga ketahanan keluarga.
“Hari ini tantangan umat semakin luas. Oleh karena itu, dibutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah dan ulama agar solusi yang dihadirkan benar-benar menyentuh akar persoalan masyarakat,” ujarnya.
Ia menilai, MUI memiliki posisi strategis dalam memberikan pencerahan kepada umat melalui pendekatan keagamaan yang sejuk dan menenangkan, sehingga mampu membangun kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga lingkungan, memperkuat kepedulian sosial, serta membangun budaya gotong royong.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Sachrudin, juga menyampaikan apresiasi atas komitmen MUI Kota Tangerang yang terus aktif mendukung program-program kemasyarakatan, termasuk dalam kegiatan kemanusiaan dan penanggulangan bencana.
“Ketika ulama dan pemerintah berjalan seiring, insya Allah program pembangunan dan upaya kemanusiaan akan lebih mudah diterima dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tambahnya.
Sachrudin turut mengucapkan selamat kepada Pengurus MUI Kota Tangerang yang baru dikukuhkan di bawah kepemimpinan K.H. Ahmad Baijuri Khotib, serta berharap kepengurusan baru dapat menjadi penguat persatuan umat dan perekat sosial di tengah masyarakat.
Pada momen yang sama, dilakukan pelepasan Tim Pemerintah dan Masyarakat Kota Tangerang Peduli Sumatera, Aceh, dan Jawa, sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap korban bencana. Tim yang berjumlah sembilan orang tersebut akan membantu proses renovasi masjid dan musala yang terdampak banjir bandang. (uad)
- Penulis: Metanew

Saat ini belum ada komentar