Antisipasi Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Aktivis Mahasiswa di Tangerang Serentak Bagikan Masker
- account_circle Metanew
- calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
- visibility 145
- comment 0 komentar

TANGERANG, MN-Sejumlah organisasi kemahasiswaan di Kota Tangerang serentak melakukan aksi sosial dengan membagikan masker kepada masyarakat sebagai langkah antisipasi terhadap potensi paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Aksi yang berlangsung di Bunderan Tugu Adipura Kota Tangerang itu menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekaligus edukasi agar warga meningkatkan kewaspadaan terhadap kualitas udara dan dampak kesehatan yang dapat ditimbulkan oleh partikel abu vulkanik.
Ketua DPC GMNI Kota Tangerang, Elwin Mendrofa, mengatakan pembagian masker dilakukan sebagai langkah preventif sekaligus bentuk kepedulian aktivis terhadap masyarakat.
“Kami tidak ingin masyarakat panik, tetapi harus tetap waspada. Masker ini merupakan langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko menghirup partikel debu atau abu vulkanik apabila kondisi udara terdampak,” ujar Elwin, Selasa (8/9).
Menurutnya, masyarakat juga perlu mendapatkan informasi yang jelas dan tidak mudah terpengaruh oleh kabar yang belum terverifikasi.
“Yang paling penting adalah mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan lembaga yang berwenang. Aktivis mahasiswa harus hadir memberikan edukasi, bukan justru membuat masyarakat semakin khawatir,” katanya.
Sementara itu, Ketua HMI Kota Tangerang, Doni, menilai keterlibatan organisasi mahasiswa dalam aksi sosial tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab moral untuk membantu masyarakat menghadapi potensi bencana.
“Mahasiswa tidak boleh hanya berbicara di ruang-ruang diskusi. Ketika masyarakat membutuhkan, kita harus turun langsung. Pembagian masker ini mungkin sederhana, tetapi mudah-mudahan bisa memberikan manfaat dan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan pernapasan,” ungkap Doni.
Doni juga mengimbau masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki aktivitas tinggi di luar ruangan, agar lebih memperhatikan kondisi lingkungan.
Ketua PMII Kota Tangerang, Oki, menambahkan bahwa langkah antisipasi harus dilakukan secara bersama-sama antara pemerintah, DPRD, organisasi kepemudaan, mahasiswa, dan masyarakat.
“Penanganan potensi dampak abu vulkanik bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Semua elemen masyarakat harus ikut berperan. Kami dari PMII siap ikut membantu menyampaikan informasi dan edukasi kepada masyarakat,” kata Oki.
Ia berharap pemerintah daerah terus memperkuat koordinasi dengan instansi terkait serta memastikan informasi mengenai kondisi udara dan potensi dampak abu vulkanik dapat diterima masyarakat secara cepat dan mudah dipahami.
Di tempat yang sama, Plh Ketua DPRD Kota Tangerang, Andri S. Permana, mengapresiasi langkah para aktivis yang turun langsung membagikan masker kepada masyarakat.
“Kami mengapresiasi inisiatif teman-teman mahasiswa dan aktivis yang ikut mengambil bagian dalam upaya perlindungan masyarakat. Ini merupakan bentuk kolaborasi yang sangat positif antara DPRD, organisasi kepemudaan dan masyarakat,” ujar Andri yang juga Wakil Ketua 1 DPRD Kota Tangerang.
Menurut Andri, DPRD Kota Tangerang akan terus mendorong langkah-langkah antisipasi yang mengedepankan keselamatan masyarakat.
“Prinsipnya jangan menunggu terjadi dampak baru kemudian bergerak. Upaya pencegahan dan kesiapsiagaan harus dilakukan sejak dini. Masyarakat juga kami imbau untuk tetap tenang, menggunakan masker apabila diperlukan, dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah,” tuturnya.
Andri juga menekankan pentingnya memastikan kelompok masyarakat yang paling rentan mendapatkan perhatian khusus apabila terjadi penurunan kualitas udara.
“Kami berharap koordinasi lintas sektor terus diperkuat. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. DPRD tentu siap mendukung langkah pemerintah daerah dalam melakukan mitigasi dan memberikan perlindungan kepada warga,” pungkasnya.
Aksi pembagian masker tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan sosial sesaat, tetapi juga momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Kota Tangerang mengenai pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana serta menjaga kesehatan di tengah perubahan kondisi lingkungan. (RB)
- Penulis: Metanew

Saat ini belum ada komentar