KNPI Kota Tangerang Luncurkan Buku Antologi Puisi Orang Tangerang, Jadi Legacy Pemuda
- account_circle Metanew
- calendar_month Jumat, 9 Okt 2026
- visibility 101
- comment 0 komentar

TANGERANG, MN – Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kota Tangerang meluncurkan buku antologi puisi Orang Tangerang sebagai bentuk kontribusi nyata pemuda dalam mengembangkan budaya literasi, sastra, dan pelestarian budaya lokal.
Ketua DPD KNPI Kota Tangerang, Dede Maulana Paisal, mengatakan peluncuran buku tersebut menjadi salah satu bukti konkret keberadaan dan kontribusi pemuda bagi masyarakat, khususnya generasi muda dan pelajar di Kota Tangerang.
Menurutnya, penerbitan buku antologi puisi tersebut merupakan bagian dari program KNPI untuk memberikan ruang kreativitas sekaligus mendorong generasi muda agar terus berkarya melalui sastra dan budaya.
“Pertama, dalam kepengurusan KNPI ini kami ingin memberikan program kepada masyarakat Kota Tangerang, khususnya sebagai bukti konkret keberadaan para pemuda, terutama adik-adik siswa-siswi yang ada di Kota Tangerang,” ujar Dede Maulana Paisal dalam konferensi persnya, Jumat (9/10).
Ia menjelaskan, peluncuran buku antologi puisi Orang Tangerang juga menjadi bagian dari upaya KNPI dalam memperkuat kegiatan literasi dan mengenalkan kekayaan budaya yang dimiliki Kota Tangerang.
Dede menilai buku tersebut bukan sekadar kumpulan karya sastra, melainkan juga menjadi warisan atau legacy kepemudaan yang dapat memberikan inspirasi bagi generasi berikutnya.
“Ini adalah salah satu legacy bagi kami. Kami meyakini bahwa dengan adanya buku antologi puisi Orang Tangerang, ini menjadi kebanggaan kita semua,” katanya.
Ia menegaskan, peran KNPI adalah menyediakan ruang, sarana, dan kesempatan bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi serta kreativitasnya. Ke depan, karya tersebut diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus inspirasi bagi anak-anak muda yang akan menjadi pemimpin masa depan.
“Saya sebagai ketua hanya mengantarkan dan memberikan sarana. Ke depan, ini bisa menjadi evaluasi bagi adik-adik generasi muda yang nantinya menjadi pemimpin,” tambahnya.
Sementara itu, penulis Trip Umiuki mengapresiasi langkah DPD KNPI Kota Tangerang yang menghadirkan program kelas sastra dan menerbitkan buku antologi puisi Orang Tangerang. Menurutnya, inisiatif tersebut menjadi langkah awal untuk membangkitkan kembali dunia sastra di Kota Tangerang, khususnya di kalangan generasi muda.
“Saya selalu optimistis bahwa dunia sastra ini bisa dikembalikan ke masa kejayaannya. Tapi memang harus dengan kerja keras. Karena itu, saya benar-benar mengapresiasi apa yang sudah dilakukan oleh KNPI. Mudah-mudahan ini menjadi langkah awal,” ujar Mas Trip, sapaan akrabnya.
Ia menilai momentum peluncuran buku tersebut terasa istimewa karena berlangsung pada Oktober, yang dikenal sebagai Bulan Bahasa sekaligus bertepatan dengan rangkaian peringatan Bulan Pemuda.
Menurutnya, salah satu upaya strategis untuk menghidupkan kembali tradisi sastra adalah memperkuat hubungan dengan sekolah-sekolah. Lingkungan pendidikan dinilai memiliki peran penting dalam menumbuhkan minat membaca, menulis, dan berkarya sejak dini.
“Dari kelas sastra ini, mudah-mudahan kami bisa berhubungan langsung lagi dengan sekolah-sekolah. Karena dunia sastra yang paling dekat itu memang dari sekolah. Harapan kami, sastra benar-benar bisa kembali masuk ke sekolah-sekolah,” ungkapnya.
Trip Umiuki menegaskan dirinya akan terus mendorong anak-anak muda agar berani menghasilkan karya sastra. Salah satu langkah sederhana yang menurutnya bisa dilakukan sekolah adalah menghidupkan kembali majalah dinding (mading) sebagai media publikasi karya siswa.
“Yang paling murah itu majalah dinding. Sekarang membuat majalah dinding sudah jauh lebih mudah. Kalau sekolahnya memiliki fasilitas yang memadai, bisa dikembangkan menjadi buletin atau majalah sekolah. Itu akan lebih luar biasa untuk membangkitkan semangat siswa menulis,” jelasnya.
Ia juga menyoroti tantangan perkembangan teknologi digital, termasuk penggunaan telepon pintar dan kecerdasan buatan (AI), yang semakin dekat dengan kehidupan pelajar. Menurutnya, perkembangan teknologi tersebut perlu diimbangi dengan pendampingan guru agar tidak menghilangkan kreativitas dan semangat siswa dalam menghasilkan karya orisinal.
“Itu tantangan terberat, bukan hanya HP, tetapi juga AI. Karena itu, peran guru sangat penting untuk mengarahkan. Saya sangat berharap bisa bertemu dengan guru-guru agar kita bersama-sama mendorong anak-anak kembali berkarya,” tuturnya.
Ia berharap program kelas sastra yang diinisiasi KNPI Kota Tangerang dapat menjadi pintu masuk bagi kolaborasi lebih luas antara komunitas sastra, pemuda, dan institusi pendidikan. Dengan demikian, semakin banyak pelajar yang mendapatkan ruang untuk mengekspresikan gagasan, mengembangkan kreativitas, serta menghasilkan karya yang dapat dibaca dan diapresiasi masyarakat. (uad)
- Penulis: Metanew

Saat ini belum ada komentar