Alhamdulillah, Pengembang Siapkan Akses Jalan Baru Warga Kedaung Wetan
- account_circle Metanew
- calendar_month Rabu, 3 Des 2025
- visibility 197
- comment 0 komentar

TANGERANG, MN – Perjuangan rakyat Kedaung Wetan, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang akhirnya membuahkan hasil. Pihak pengembangan yakni PT GNI menyatakan kesiapannya memberikan akses jalan warga yang sebelumnya dipagar.
Massa aksi yang didominasi emak-emak itu pun tampak senyum sumringah. Mereka serentak menyebut Alhamdulillah dan bersyukur karena perjuangannya tidak sia-sia setelah mendapat kabar baik dari hasil rapat dengar pendapat (RDP) yang digelar oleh DPRD Kota Tangerang.
RDP yang digelar di ruang Patio Puspem Kota Tangerang dikawal ketat aparat Kepolisian dan Satpol PP. Hadir Ketua Komisi 1 DPRD Junadi, Camat Neglasari Andhika Nugraha, Direktur PT GNI Darius serta perwakilan massa aksi Forum Suara Rakyat Kota Tangerang.
Direktur PT GNI, Darius, menyatakan pihaknya siap membuka akses jalan baru pada hari itu juga. Panel pagar dibuka untuk memberi ruang akses sementara, sambil pembangunan jalan permanen dari paving block dimulai yang ditargetkan rampung dalam dua minggu.
Mulai hari ini kami membuka akses jalan baru. Panel pagar dibuka dan langsung kita bangun paving block. Lebarnya sama dengan jalan yang kami tutup,” kata Darius, Rabu (3/12/2025).
Ia berharap kesepakatan ini menjadi awal hubungan baik antara warga dan pengembang. Selain itu juga,tambah Darius, semoga pembangunan di Kedaung Wetan berdampak baik bagi perekonomian warga.
Sementara, Ketua Forum Suara Rakyat Kota Tangerang, Bambang Wahyudi, menyebut kesepakatan yang tercapai adalah buah perjuangan bersama.
Hari ini kita ada kata sepakat. Apa yang diperjuangkan teman-teman Forum Suara Rakyat dan seluruh masyarakat di Kedaung Wetan Neglasari bisa dipenuhi perusahaan,” ujarnya.
Menurut Bembeng, sapaan akrabnya, perusahaan tak hanya membuka akses jalan, tetapi juga berkomitmen membangun jalan baru dengan paving block. Ia menyebut langkah ini sebagai titik balik.
Ini langkah awal. Kita lupakan konflik sebelumnya. Hari ini titik nol baru untuk membangun sinergi antara perusahaan dan masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan bahwa fasilitas jalan baru nantinya akan diserahkan menjadi aset Pemerintah Kota Tangerang. Dengan begitu apabila ada kerusakan, Pemkot Tangerang bisa turun tangan memperbaiki.
Untuk lokasi jalan baru berada di sekitar akses Bidan Yani, dengan lebar setara Jalan Haji Dullah yang lama. Yang penting bisa dilalui kendaraan roda empat,” tambahnya.
Lebih jauh, ia menilai keberadaan kawasan perumahan baru GNI dapat membuka peluang ekonomi. Diantaranya, ada potensi usaha, peluang kerja, dan interaksi positif antara warga dan perusahaan.
Ketua Komisi I DPRD Kota Tangerang, Junadi, mengapresiasi kesediaan pengembang dan kontribusi warga dalam menyelesaikan konflik. Menurut Junadi, jalan lama yang ditutup adalah Gang Haji Dullah, sebagai gantinya pengembang menyiapkan akses sekitar 2,5 meter ke kanan, menuju Kampung Belakang di samping Bidanyani. Lebarnya antara 3 hingga 3,5 meter, sama dengan gang sebelumnya.
Hari ini langsung dibuka, pembangunan paving block minimal seminggu, maksimal dua minggu. Itu komitmen perusahaan. Mudah-mudahan sinergisitas ini membawa kebaikan bagi Kota Tangerang,” katanya.
Ia menegaskan DPRD Kota Tangerang akan mengawasi proses ini dan sudah ada pernyataan baik dari pengembang dan dari warga. Ia berjanji akan mengecek progresnya setiap hari melalui anggota DPRD Veri Montana yang kebetulan dekat dari rumahnya.
Pantauan dilokasi, menjelang sore warga mulai membubarkan diri. Namun Posko Kemanusiaan tetap berdiri sebagai penanda bahwa pengawasan warga terhadap janji pengembang tidak akan berhenti. Polisi masih berjaga memantau situasi. (uad)
- Penulis: Metanew

Saat ini belum ada komentar