ASTRA Tol Tangerang-Merak Dorong Budaya Aman Berkendara Lewat Fun Rally
- account_circle Metanew
- calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
- visibility 288
- comment 0 komentar

TANGERANG, MN – ASTRA Infra Toll Road Tangerang-Merak (ASTRA Tol Tamer) kembali memperkuat komitmennya dalam meningkatkan budaya keselamatan berkendara melalui penyelenggaraan Road Safety Campaign & Fun Rally: “Safe Journey, Safe Together.”
Kegiatan ini menghadirkan kolaborasi lintas lembaga, praktisi keselamatan, komunitas otomotif, dan pelaku industri pariwisata dalam upaya menciptakan perjalanan yang aman serta menggerakkan ekonomi Banten.
Sebagai salah satu ruas tol strategis, Tangerang-Merak memegang peran vital dalam mobilitas masyarakat, distribusi logistik, hingga akses menuju destinasi wisata unggulan Banten seperti Anyer-Carita, Tanjung Lesung, Ujung Kulon, hingga kawasan budaya Baduy. Karena itu, peningkatan kesadaran berkendara menjadi faktor kunci untuk menjaga keselamatan dan keberlanjutan sektor pariwisata.
Dalam sambutannya, Rinaldi, Direktur Operasional ASTRA Tol Tamer menegaskan bahwa keselamatan berkendara bukan sekedar aturan, tetapi ekosistem yang harus dibangun bersama.
“Keselamatan bukan hanya soal rambu dan kecepatan. Ini tentang kebiasaan, kesadaran, serta kepedulian kita satu sama lain. Satu perjalanan yang aman dapat menggerakkan banyak kehidupan, UMKM, pelaku wisata, hingga industri kreatif di Banten,” ujar Rinaldi.
Rinaldi juga menambahkan bahwa kampanye ini menjadi momen penting menjelang periode Natal dan Tahun Baru, di mana volume kendaraan meningkat dan risiko berkendara turut bertambah.
Sesi edukasi menghadirkan para praktisi keselamatan yang memberi perspektif dari berbagai sudut, dipandu oleh moderator dari NTMC Korlantas Polri membuat ruang diskusi menjadi lebih interaktif dan menarik.
Pembahasan dibuka oleh Sony Susmana, Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), yang menyoroti bahwa keselamatan berkendara berawal dari pola pikir pengemudi.
Ia menegaskan bahwa kecelakaan umumnya terjadi bukan karena kecepatan, tetapi karena kurangnya antisipasi terhadap risiko. “Keselamatan selalu berawal dari diri sendiri. Ketika kita membangun kebiasaan mengemudi yang benar, kita bukan hanya melindungi diri, tetapi juga menjaga orang-orang di sekitar kita,” ujar Sony.
Masih dari aspek perilaku, pandangan tersebut diperkuat oleh Ine Rosdiana, pembalap sekaligus penggiat keselamatan berkendara. Melanjutkan pemaparan Sony, ia menekankan bahwa kemampuan teknis tidak akan berarti tanpa pengendalian diri.
“Di jalan tol, kita melaju dengan kecepatan tinggi tanpa mengetahui kondisi setiap pengemudi di sekitar kita. Itulah mengapa kontrol diri, menjaga jarak, dan antisipasi serta kewaspadaan harus lebih kuat daripada saat berada di sirkuit,” jelas Ine.
Ine menambahkan, bahwa disiplin dan etika berkendara merupakan faktor utama yang sering kali dilupakan. Menghubungkan perilaku dengan perkembangan industri otomotif.
Sesi dilanjutkan dengan perspektif teknis dari Gesang Pranoto, Technical Support Specialist Auto2000.Ia menjelaskan bahwa teknologi keselamatan pada kendaraan modern hanya akan efektif bila dikombinasikan dengan kewaspadaan pengemudi.
“Perubahan budaya mengemudi saat ini sangat terasa. Kita beralih dari kendaraan konvensional menuju kendaraan elektrik, dan setiap perubahan itu membawa penyesuaian baru. Sebelum berkendara, pastikan kendaraan dalam kondisi layak pakai dan seluruh sistem keselamatannya berfungsi dengan baik. Karena ketika faktor keselamatan bermasalah, dampaknya bukan hanya pada performa mobil, tetapi juga langsung pada keamanan kita di perjalanan,” ungkap Gesang.
Keseluruhan rangkaian pemaparan narasumber menggambarkan bahwa aspek manusia, teknologi, dan edukasi saling melengkapi. Ketiganya menjadi pilar yang tidak dapat dipisahkan dalam menciptakan pengalaman berkendara yang lebih aman, nyaman, dan bertanggung jawab di jalan tol.
Setelah mengupas pentingnya perilaku pengemudi dan pemanfaatan teknologi kendaraan, diskusi bergeser pada dampak yang lebih luas yakni bagaimana keselamatan jalan turut memengaruhi pergerakan masyarakat dan denyut ekonomi daerah. Karena keselamatan yang baik di jalan tol berpengaruh langsung terhadap minat wisatawan untuk berkunjung ke Banten. (Adi)
- Penulis: Metanew

Saat ini belum ada komentar