MPI KNPI Tangsel Harap Kadispora Baru Jangan Tutup Telinga
- account_circle Metanew
- calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
- visibility 821
- comment 0 komentar

TANGSEL, MN– Sekretaris Majelis Pemuda Indonesia (MPI) DPD KNPI Kota Tangerang Selatan, Miftahun Najah, menegaskan bahwa pergantian Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang Selatan tidak boleh hanya menjadi seremonial pergantian pejabat tanpa diikuti perubahan cara kerja dan pola kemitraan dengan organisasi kepemudaan.
Menurutnya, berbagai kritik yang disampaikan KNPI Tangsel selama beberapa waktu terakhir merupakan akumulasi kekecewaan banyak organisasi kepemudaan yang merasa tidak mendapatkan ruang partisipasi yang memadai dalam pembangunan kepemudaan di Kota Tangerang Selatan.
“Jangan sampai yang berubah hanya nama kepala dinasnya, sementara pola lama yang tertutup, minim komunikasi, dan tidak melibatkan organisasi kepemudaan tetap dipertahankan. Pemuda butuh tindakan nyata, bukan sekadar pergantian jabatan,” tegas Miftah, Rabu (17/6).
Ia menilai Kepala Dispora yang baru, H. Mukroni, harus menunjukkan keberpihakannya kepada pemuda dengan segera merespons berbagai kritik yang telah disampaikan KNPI, termasuk persoalan minimnya pelibatan organisasi kepemudaan dalam program Dispora serta tuntutan transparansi pengelolaan fasilitas olahraga milik pemerintah daerah.
“Kalau Kadispora baru memilih diam terhadap kritik yang berkembang, maka publik akan menilai tidak ada yang berubah. Seorang pemimpin tidak boleh alergi kritik dan tidak boleh menjadi pejabat yang kuping tebal. Justru kritik harus dijadikan bahan evaluasi untuk memperbaiki kinerja institusi,” ujarnya.
Miftah menegaskan bahwa KNPI tidak sedang mencari konflik dengan pemerintah daerah. Sebaliknya, KNPI menjalankan fungsi kontrol sosial agar kebijakan kepemudaan benar-benar berpihak kepada kepentingan pemuda dan organisasi kepemudaan.
Ia juga menyoroti berbagai informasi dan keluhan yang selama ini berkembang terkait tata kelola program kepemudaan dan olahraga yang dinilai belum transparan serta kurang memberikan ruang kepada organisasi kepemudaan sebagai mitra strategis pemerintah.
“Jangan sampai Dispora hanya sibuk menjalankan kegiatan administratif, sementara substansi pembangunan kepemudaan diabaikan. Organisasi kepemudaan bukan pelengkap laporan kegiatan dan bukan sekadar objek undangan. Mereka harus dilibatkan dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program,” katanya.
Menurut Miftah, Kepala Dispora yang baru harus berani melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem yang ada, termasuk membuka ruang dialog dengan seluruh elemen kepemudaan. Jika tidak, maka persoalan yang selama ini dikeluhkan akan terus berulang dan memperlebar jarak antara pemerintah dengan komunitas pemuda.
“Kami mengingatkan bahwa kepercayaan publik terhadap Dispora tidak dibangun melalui pencitraan, melainkan melalui transparansi, keberanian melakukan pembenahan, dan kesediaan mendengar kritik. H. Mukroni memiliki kesempatan untuk membuktikan bahwa Dispora benar-benar hadir untuk pemuda, bukan hanya untuk kepentingan segelintir kelompok birokrasi,” tegasnya.
Miftah menambahkan, KNPI akan terus mengawal berbagai kebijakan kepemudaan dan mendorong agar seluruh program yang menggunakan anggaran publik dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada masyarakat.
“Pemuda tidak akan diam ketika ruang partisipasi dipersempit. Kami akan terus menyuarakan kritik dan masukan demi memastikan pembangunan kepemudaan di Tangerang Selatan berjalan sesuai harapan masyarakat. Kadispora yang baru harus memilih, menjadi bagian dari solusi atau mempertahankan persoalan yang selama ini dikeluhkan pemuda,” pungkasnya. (uad)
- Penulis: Metanew

Saat ini belum ada komentar