Protes Jalan Ditembok Pengembang, Warga Kedaung Wetan Blokade Puspemkot Tangerang
- account_circle Metanew
- calendar_month Rabu, 3 Des 2025
- visibility 234
- comment 0 komentar

TANGERANG, MN – Warga Kedaung Wetan, Neglasari memblokade pintu masuk Puspem Kota Tangerang, Rabu (3/13/2025) siang. Aksi ini sebagai bentuk protes warga terhadap pemagaran tembok jalan sehingga warga terisolasi.
Puluhan warga yang terdiri dari emak-emak hingga membawa anaknya itu melakukan longmarch berjalan kaki menuju puspem. Massa aksi tiba pukul 13.00 wib langsung orasi menuntut pemerintah dan DPRD Kota Tangerang mengambil sikap tegas membongkar tembok yang menutup akses jalan warga tersebut.

Emak-emak warga Kedaung Wetan membawa spanduk dan bendera merah putih saat demo di pintu gerbang Puspem Kota Tangerang, Rabu (3/12). (uas)
Pantauan dilokasi, kelompok massa aksi membentangkan spanduk bertuliskan ‘aksi kemanusiaan pemerintah harus berpihak kepada rakyat buka akses jalan warga’ dan ‘pemerintah jangan kalah sama corporate’. Mereka juga mendirikan tenda sampai tuntutan terpenuhi.
Hal ini membuat pengunjung dan pegawai pemerintah maupun masyarakat yang melewati jalur Puspem Kota Tangerang harus memutar arah. Tampak aparat kepolisian berjaga serta mengatur arus lalu lintas.
Tembok yang memblokir akses jalan warga ini membuat resah warga. Aktifitas mereka jelas terganggu, anak-anak yang mau sekolah, emak-emak yang mau ke majelis ta’lim dan warga yang ingin bekerja, akhirnya terpaksa mencari jalan untuk keluar,” kata Saipul Basri dalam orasinya diatas mobil komando.
Pria yang akrab disapa Bung Marcel ini mengungkapkan, bahwa jalan tersebut dibangun menggunakan anggaran pemda sejak lama, tapi sangat heran ketika tanah itu diklaim milik pengembang. Bahkan kata dia, saat pemagaran hadir para aparatur namun dibiarkan.
Katanya pengembang mau carikan jalan untuk akses warga, itu bohong padahal yang kita lalui itu tanah milik pribadi orang lain. Pokoknya kita terus berjuang, kalau bisa menginap sampai ada keputusan, kita buat surat pemberitahuan aksi lagi,” tegas Marcel.
Di tempat terpisah, DPRD Kota Tangerang dijadwalkan akan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) antara warga dengan pengembang. RDP ini tindak lanjut agenda sebelumnya yang belum ada keputusan terhadap tembok pengembang yang memblokir akses jalan warga.
Hingga berita ini diturunkan, RDP masih berlangsung antara wakil rakyat, warga dengan pihak pengembang. Massa aksi juga terlihat meneduh di lobby puspem, tenda dan warung sekitar Puspem seiring turunnya hujan. (uad)
- Penulis: Metanew

Saat ini belum ada komentar