Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » KOTA TANGERANG » Cari Berita Asal Usul Nama Neglasari Kota Tangerang, Dari Bulakan Jadi Wilayah Penuh Harapan

Cari Berita Asal Usul Nama Neglasari Kota Tangerang, Dari Bulakan Jadi Wilayah Penuh Harapan

  • account_circle Metanew
  • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
  • visibility 222
  • comment 0 komentar

TANGERANG, MN- Nama Neglasari yang kini familiar sebagai salah satu kecamatan dan kelurahan di Kota Tangerang, ternyata menyimpan kisah panjang perubahan nama dengan latar belakang historis yang menarik. Hal ini diungkapkan dalam buku ‘Melacak Asal Muasal Kampung di Kota Tangerang’ karya Burhanudin.

Dalam catatan sejarah, wilayah yang kini bernama Neglasari sebelumnya dikenal dengan sebutan Sewan Parung Kuda. Nama lama ini kemudian diubah karena memiliki konotasi yang dianggap kurang baik oleh masyarakat setempat.

“Perubahan nama tersebut kemudian diperkuat saat wilayah ini resmi menjadi Kecamatan Neglasari pada tahun 2000. Pembentukan kecamatan baru ini mencakup beberapa kelurahan yaitu di antaranya Neglasari, Karang Sari, Selapajang Jaya, Kedaung Wetan, Mekar Sari, Karang Anyar dan Kedaung Baru,” tulis Burhanudin dalam bukunya.

Pemilihan nama Neglasari sebagai nama kecamatan tidak dilakukan tanpa alasan.

Menurut Burhanudin, keputusan ini merupakan hasil kesepakatan para tokoh masyarakat dengan satu harapan besar, agar wilayah ini dapat kelihatan maju dan sejajar dengan kecamatan-kecamatan lain di Kota Tangerang.

Secara administratif, pemilihan ini didukung oleh fakta bahwa lokasi kantor Kapermat (Kepala Pemerintahan Marga) saat itu berada di Kelurahan Neglasari.

Menurut Jahiri (72), seorang tokoh masyarakat setempat, asal usul nama Neglasari berasal dari bahasa Sunda.

“Kata ‘Negla’ diartikan sebagai nyata, kelihatan atau jelas. Dahulu, kampung ini, yang masih berbentuk bulakan (daratan dekat sungai yang sering tergenang), tampak jelas terlihat dari seberang Sungai Cisadane, sehingga awalnya dikenal sebagai ‘Kampung Negla’. Sementara itu, kata “Sari” memiliki arti manis,” katanya.

Dengan penggabungan kedua kata tersebut, Neglasari dimaknai sebagai kampung yang jelas terlihat dan membawa kebaikan, manis, serta nyaman bagi penduduknya. Penambahan kata ‘sari’ secara spesifik merefleksikan harapan agar kampung tersebut senantiasa membawa kebaikan dan kenikmatan bagi seluruh warganya.

Kisah Neglasari menjadi cerminan bahwa sebuah nama tidak hanya sekadar identitas, tetapi juga mengandung doa, sejarah dan harapan kolektif masyarakatnya untuk masa depan yang lebih baik.(UIS)

  • Penulis: Metanew

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Serap Ilmu City Branding, Maryono Ingin Tangerang Makin Dilirik Investor dan Wisatawan

    Serap Ilmu City Branding, Maryono Ingin Tangerang Makin Dilirik Investor dan Wisatawan

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Metanew
    • visibility 121
    • 0Komentar

    TANGERANG, MN-  Pemerintah Kota Tangerang terus memantapkan langkah dalam memperkuat identitas dan daya saing daerah di tengah persaingan antarwilayah yang semakin kompetitif. Salah satunya melalui penguatan city branding yang mampu menampilkan karakter, potensi, dan keunggulan khas Kota Tangerang secara lebih kuat dan terintegrasi. Komitmen tersebut ditunjukkan Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono, dengan mengikuti Executive Workshop […]

  • Ketika Informasi Kalah Cepat dari Spekulasi dan Perbincangan Publik Tidak Lagi Menunggu Fakta

    Ketika Informasi Kalah Cepat dari Spekulasi dan Perbincangan Publik Tidak Lagi Menunggu Fakta

    • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
    • account_circle Metanew
    • visibility 2.018
    • 0Komentar

    OPINI, MN – Dalam beberapa peristiwa besar di Indonesia, sering terlihat pola komunikasi yang berulang. Kasus baru mencuat, publik segera memenuhi media sosial dengan tafsir, opini, dan spekulasi, sementara institusi baru menyampaikan informasi beberapa jam atau bahkan beberapa hari kemudian. Pada saat institusi akhirnya muncul, opini publik sudah terbentuk dan sulit diubah. Narasi telah diambil […]

  • Pemkot Tangerang Perketat Pengawasan Pangan Jelang Lebaran, 200 Sampel Diuji di Pasar Anyar

    Pemkot Tangerang Perketat Pengawasan Pangan Jelang Lebaran, 200 Sampel Diuji di Pasar Anyar

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Metanew
    • visibility 282
    • 0Komentar

    TANGERANG,MN- Menjelang Hari Raya Idulfitri pada momentum bulan Ramadan, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) memperketat pengawasan keamanan pangan yang beredar di masyarakat. Kali ini, kegiatan pemantauan dilakukan oleh tim gabungan yang melibatkan Badan Pangan Nasional (Bapanas), BPOM, Dinas Kesehatan, Polres Metro Tangerang Kota, serta Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten, di Pasar […]

  • Malam Keempat Meriah! VOC hingga Start Koplo Guncang Panggung Cisadane Digital Festival

    Malam Keempat Meriah! VOC hingga Start Koplo Guncang Panggung Cisadane Digital Festival

    • calendar_month Sabtu, 15 Nov 2025
    • account_circle Metanew
    • visibility 263
    • 0Komentar

    TANGRERANG, MN- Gelaran Cisadane Digital Festival 2025 semakin menunjukkan kemeriahan dan antusiasme luar biasa dari masyarakat. Memasuki malam keempat, ribuan pengunjung kembali memadati kawasan festival untuk menikmati rangkaian hiburan yang dihadirkan Pemerintah Kota Tangerang, Sabtu (15/11/25) malam. Panggung utama malam ini dibuat semakin bergemuruh dengan penampilan deretan musisi favorit tanah air. Grup VOC berhasil membuka […]

  • BPBD Kota Tangerang Imbau Warga Tetap Pantau Status Gunung Anak Krakatau

    BPBD Kota Tangerang Imbau Warga Tetap Pantau Status Gunung Anak Krakatau

    • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
    • account_circle Metanew
    • visibility 67
    • 0Komentar

    TANGERANG, MN-Aktivitas Gunungapi Anak Krakatau di Selat Sunda mengalami penurunan. Badan Geologi menurunkan tingkat aktivitas Gunungapi Anak Krakatau dari Level III (Siaga) menjadi Level II (Waspada), terhitung sejak 21 September 2026 pukul 18.30 WIB. Penurunan status tersebut berdasarkan hasil analisis dan evaluasi menyeluruh terhadap perkembangan aktivitas Gunungapi Anak Krakatau. Badan Geologi mencatat, aktivitas kegempaan cenderung […]

  • Sambut HUT Kemerdekaan dengan PHBS, Wali Kota dan Ratusan Warga Pinang Gerak Jalan Bersama

    Sambut HUT Kemerdekaan dengan PHBS, Wali Kota dan Ratusan Warga Pinang Gerak Jalan Bersama

    • calendar_month Minggu, 3 Agt 2025
    • account_circle Metanew
    • visibility 209
    • 0Komentar

    TANGERANG,MN– Semarak Bulan Kemerdekaan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia resmi dimulai. Di Kecamatan Pinang, suasana Minggu pagi (03/08/2025) tampak semarak dengan antusiasme warga yang mengikuti kegiatan Gerak Jalan Santai. Kegiatan dibuka langsung oleh Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, yang juga ikut menyapa para peserta dengan semangat. Dalam sambutannya, ia menyampaikan, gerak […]

expand_less