Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » KOTA TANGERANG » GMNI Tangerang Tolak Pemberian Gelar Pahlawan Soeharto

GMNI Tangerang Tolak Pemberian Gelar Pahlawan Soeharto

  • account_circle Metanew
  • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
  • visibility 260
  • comment 0 komentar

TANGERANG,MN – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Tangerang bersama elemen mahasiswa menggelar Aksi sebagai bentuk respon atas kebijakan pemerintah dalam memperingati hari pahlawan 10 November 2025 dan diangkatnya Nama Suharto sebagai Pahlawan Nasional.

Elwin Mendrofa Ketua DPC GMNI dalam orasinya menyampaikan bahwa berdasarkan historis sejarah diera orde baru dibawah kepemimpinan Presiden Suharto, sistem kehidupan sosial, ekonomi dan politik penuh dengan ketidakadilan hingga adanya korban jiwa.

“Pembungkaman terhadap suara suara kebenaran dan kediktatoran tindakan militeristik telah mencederai demokrasi juga Konstitusi UUD 1945 pada saat kepemimpinan Suharto,” terangnya, Senin (10/11).

DPC GMNI Tangerang gelar aksi penolakan Soeharto menjadi Pahlawan.

Diungkap Bung Elwin, sapaan akrabnya, sejarah mencatat peristiwa seperti tragedi 1965 pasca G30SPKI dimana pembunuhan serta pembantaian massa tanpa proses pengadilan, banyaknya korban yang tidak terlibat tetapi karna atas tuduhan sehingga mendapatkan diskriminasi yang keji.

Kemudian peristiwa Malari 15 Januari 1974 Kota Jakarta yang dilanda oleh kerusuhan massa oleh demonstrasi, direspon oleh Negara dengan melakukan penangkapan terhadap aktivis dan kaum intelektual seperti cendekiawan seperti Prof. Sarbini Sumawinata, Dorojatun Kuncorojakti, Marsilam Simanjuntak, dan Subadio Sastrosatomo, serta para pemimpin mahasiswa, seperti Hariman Siregar, Gurmilang Kartasasmita, dan Bambang Sulistomo, bahkan pejuang HAM (Hak Asasi Manusia), H.J. Princen serta banyak lagi tokoh cendekiawan yang menjadi sasaran.

“Fenomena Petrus Penembakan misterius di Indonesia pada periode 1982-1985 yang diakui Negara sebagai pelanggaran HAM berat juga merujuk pada serangkaian pembunuhan yang terjadi di Indonesia pada masa Orde Baru, khususnya di bawah pemerintahan Presiden Soeharto pada saat itu,” papar Elwin.

Bentangan spanduk protes #SuhartoBukanPahlwan

Lanjut dia, peristiwa Tanjung Periuk Jakarta Utara pada 12 September 1984 yang melibatkan aparat militer dengan masyarakat muslim setempat yang menelan banyak korban yang meninggal dunia, luka berat, bahkan hilang. Tahun 1980-an kondisi sosial ekonomi menambah kisruhnya suasana di Tanjung Priok karena kegagalan serta penundaan beberapa proyek industri penting juga telah mendorong naiknya harga bahan-bahan pokok.

Kemudian, Peristiwa Talangsari 1989 Peristiwa pelanggaran berat HAM masa lalu yang pernah terjadi, yakni penyerbuan aparat tentara ke dusun Talangsari III, Desa Rajabasa Lama, Kecamatan Way Jepara, Kabupaten Lampung Timur (sebelumnya masuk Kabupaten Lampung Tengah), yang mengakibatkan penderitaan korban.

Peristiwa Trisakti Semanggi 12 Mei 1998, ribuan mahasiswa menggelar aksi damai di Universitas Trisakti, Jakarta, menuntut pengunduran Presiden Suharto. Aksi berlangsung sejak pagi dan berubah tegang setelah aparat, termasuk Brimob, pasukan infanteri & kavaleri, menghadang mahasiswa untuk mencegah long march ke DPR/MPR.

“Atas dasar historis sejarah dan kebijakan Pemerintahan mengangkat Suharto sebagai pahlawan nasional bagaikan menggores luka masa lalu yang menyakitkan. seperti sejarah disusun ulang, pelaku dimuliakan, suka korban dihapus,” ucapnya.

Menurut Bung Elwin, Bangsa ini diajarkan untuk tunduk, bukan untuk berpikir. samahalnya dengan menyatakan bahwa membunuh rakyat, membungkam nalar, dan memanipulasi Pancasila adalah hal yang bisa dimaafkan demi”pembangunan”.

“Bagi seorang Marhaenis, ini adalah racun nyata bagi jiwa bangsa, benturan terhadap ideologi dan memori bangsa. Nasionalisme Soekarno adalah solidaritas rakyat melawan penindasan dan menjujung tinggi humanisme,” tutur dia.

Namun demikian, Soeharto memelintirnya menjadi nasionalisme semu, yang menuntut rakyat tunduk atas nama persatuan dan pembangunan. Kemandirian bangsa digadaikan kepada modal asing dan utang luar negeri.

“Bagi kami Suharto tetap bukan Pahlawan. Sesungguhnya pahlawan sejati adalah mereka yang telah mati ditangan bangsanya sendiri,” tandasnya. (uad) 

  • Penulis: Metanew

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pembangunan Infrastruktur di Program 100 Hari Kerja Sachrudin Maryono

    Pembangunan Infrastruktur di Program 100 Hari Kerja Sachrudin Maryono

    • calendar_month Sabtu, 31 Mei 2025
    • account_circle Metanew
    • visibility 166
    • 0Komentar

    TANGERANG,MN – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang di bawah kepemimpinan Wali Kota Sachrudin dan Wakil Wali Kota Maryono berhasil menunjukkan capaian mengesankan dalam 100 Hari Kerja Pertama. Salah satunya, Pemkot Tangerang berhasil menuntaskan beberapa program pembangunan infrastruktur di Kota Tangerang. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangerang Yeti Rohaeti menuturkan, Pemkot Tangerang berhasil melakukan percepatan […]

  • Maryono Ajak Warga Tertib Adminduk Demi Kemudahan Berbagai Layanan

    Maryono Ajak Warga Tertib Adminduk Demi Kemudahan Berbagai Layanan

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Metanew
    • visibility 199
    • 0Komentar

    TANGERANG, MN-  Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono, mengajak masyarakat untuk lebih peduli dan tertib dalam administrasi kependudukan (Adminduk), agar dapat lebih mudah mengakses berbagai layanan publik yang menjadi hak seluruh warga Kota Tangerang. Hal tersebut disampaikan saat memberikan pengarahan sekaligus membuka Pelaksanaan Optimalisasi Pelayanan Kependudukan di tingkat kelurahan, yang berlangsung di Aula Kecamatan Batuceper, […]

  • Puskesmas Cipondoh Kota Tangerang Berikan Terapi Pencegahan TBC Secara Door to Door

    Puskesmas Cipondoh Kota Tangerang Berikan Terapi Pencegahan TBC Secara Door to Door

    • calendar_month Jumat, 22 Agt 2025
    • account_circle Metanew
    • visibility 147
    • 0Komentar

    TANGERANG, MN- Puskesmas Cipondoh, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang gencar melakukan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) dengan mendatangi langsung rumah-rumah warga. Kali ini, terapi diberikan kepada 10 pasien TBC aktif dan 27 orang kontak serumah dengan pasien TBC yang sudah terkonfirmasi secara bakteriologis maupun klinis, Jumat (22/8/2025), . Program pemberian TPT ini akan diadakan setiap bulan sebagai […]

  • Pemkot Tangerang Serahkan Dana Hibah Organisasi Kepemudaan dan Olahraga

    Pemkot Tangerang Serahkan Dana Hibah Organisasi Kepemudaan dan Olahraga

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Metanew
    • visibility 301
    • 0Komentar

    TANGERANG,MN- Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus berkomitmen mendukung pengembangan organisasi kepemudaan di Kota Tangerang. Salah satunya, Pemkot Tangerang baru saja menandatangani Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) bersama sejumlah organisasi kepemudaan sampai olahraga di Kota Tangerang. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang Kaonang menuturkan, penyerahan dana hibah sebagai bentuk dukungan finansial terhadap aktivitas organisasi […]

  • Mitigasi Dampak Kemarau, PERUMDAM TKR Lakukan Pengerukan Lumpur Untuk Buka Jalur Air Baku

    Mitigasi Dampak Kemarau, PERUMDAM TKR Lakukan Pengerukan Lumpur Untuk Buka Jalur Air Baku

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle Metanew
    • visibility 191
    • 0Komentar

    TANGERANG, MN-Menghadapi penurunan debit Sungai Cisadane akibat musim kemarau panjang, PERUMDAM TKR (Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Kerta Raharja) Kabupaten Tangerang melakukan langkah penanganan dengan mengerahkan alat berat untuk melakukan normalisasi jalur masuk air baku di area intake IPA (Instalasi Pengolahan Air) Gading Serpong. Upaya tersebut dilakukan dengan membuka kembali akses aliran air Sungai […]

  • Resmi Diteken, Pemkot dan DPRD Sepakati KUA PPAS 2026

    Resmi Diteken, Pemkot dan DPRD Sepakati KUA PPAS 2026

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle Metanew
    • visibility 162
    • 0Komentar

    TANGERANG, MN- Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang bersama DPRD resmi menandatangani Kesepakatan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2026 dalam Rapat Paripurna DPRD, Kamis (02/10/2025). Kesepakatan ini menjadi langkah penting untuk menyesuaikan anggaran daerah sekaligus memastikan arah kebijakan fiskal tetap sejalan dengan arahan pemerintah pusat. Wali Kota Tangerang H. Sachrudin, mengapresiasi sinergi dan semangat musyawarah antara eksekutif dan legislatif […]

expand_less