Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » KOTA TANGERANG » GMNI Tangerang Tolak Pemberian Gelar Pahlawan Soeharto

GMNI Tangerang Tolak Pemberian Gelar Pahlawan Soeharto

  • account_circle Metanew
  • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
  • visibility 257
  • comment 0 komentar

TANGERANG,MN – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Tangerang bersama elemen mahasiswa menggelar Aksi sebagai bentuk respon atas kebijakan pemerintah dalam memperingati hari pahlawan 10 November 2025 dan diangkatnya Nama Suharto sebagai Pahlawan Nasional.

Elwin Mendrofa Ketua DPC GMNI dalam orasinya menyampaikan bahwa berdasarkan historis sejarah diera orde baru dibawah kepemimpinan Presiden Suharto, sistem kehidupan sosial, ekonomi dan politik penuh dengan ketidakadilan hingga adanya korban jiwa.

“Pembungkaman terhadap suara suara kebenaran dan kediktatoran tindakan militeristik telah mencederai demokrasi juga Konstitusi UUD 1945 pada saat kepemimpinan Suharto,” terangnya, Senin (10/11).

DPC GMNI Tangerang gelar aksi penolakan Soeharto menjadi Pahlawan.

Diungkap Bung Elwin, sapaan akrabnya, sejarah mencatat peristiwa seperti tragedi 1965 pasca G30SPKI dimana pembunuhan serta pembantaian massa tanpa proses pengadilan, banyaknya korban yang tidak terlibat tetapi karna atas tuduhan sehingga mendapatkan diskriminasi yang keji.

Kemudian peristiwa Malari 15 Januari 1974 Kota Jakarta yang dilanda oleh kerusuhan massa oleh demonstrasi, direspon oleh Negara dengan melakukan penangkapan terhadap aktivis dan kaum intelektual seperti cendekiawan seperti Prof. Sarbini Sumawinata, Dorojatun Kuncorojakti, Marsilam Simanjuntak, dan Subadio Sastrosatomo, serta para pemimpin mahasiswa, seperti Hariman Siregar, Gurmilang Kartasasmita, dan Bambang Sulistomo, bahkan pejuang HAM (Hak Asasi Manusia), H.J. Princen serta banyak lagi tokoh cendekiawan yang menjadi sasaran.

“Fenomena Petrus Penembakan misterius di Indonesia pada periode 1982-1985 yang diakui Negara sebagai pelanggaran HAM berat juga merujuk pada serangkaian pembunuhan yang terjadi di Indonesia pada masa Orde Baru, khususnya di bawah pemerintahan Presiden Soeharto pada saat itu,” papar Elwin.

Bentangan spanduk protes #SuhartoBukanPahlwan

Lanjut dia, peristiwa Tanjung Periuk Jakarta Utara pada 12 September 1984 yang melibatkan aparat militer dengan masyarakat muslim setempat yang menelan banyak korban yang meninggal dunia, luka berat, bahkan hilang. Tahun 1980-an kondisi sosial ekonomi menambah kisruhnya suasana di Tanjung Priok karena kegagalan serta penundaan beberapa proyek industri penting juga telah mendorong naiknya harga bahan-bahan pokok.

Kemudian, Peristiwa Talangsari 1989 Peristiwa pelanggaran berat HAM masa lalu yang pernah terjadi, yakni penyerbuan aparat tentara ke dusun Talangsari III, Desa Rajabasa Lama, Kecamatan Way Jepara, Kabupaten Lampung Timur (sebelumnya masuk Kabupaten Lampung Tengah), yang mengakibatkan penderitaan korban.

Peristiwa Trisakti Semanggi 12 Mei 1998, ribuan mahasiswa menggelar aksi damai di Universitas Trisakti, Jakarta, menuntut pengunduran Presiden Suharto. Aksi berlangsung sejak pagi dan berubah tegang setelah aparat, termasuk Brimob, pasukan infanteri & kavaleri, menghadang mahasiswa untuk mencegah long march ke DPR/MPR.

“Atas dasar historis sejarah dan kebijakan Pemerintahan mengangkat Suharto sebagai pahlawan nasional bagaikan menggores luka masa lalu yang menyakitkan. seperti sejarah disusun ulang, pelaku dimuliakan, suka korban dihapus,” ucapnya.

Menurut Bung Elwin, Bangsa ini diajarkan untuk tunduk, bukan untuk berpikir. samahalnya dengan menyatakan bahwa membunuh rakyat, membungkam nalar, dan memanipulasi Pancasila adalah hal yang bisa dimaafkan demi”pembangunan”.

“Bagi seorang Marhaenis, ini adalah racun nyata bagi jiwa bangsa, benturan terhadap ideologi dan memori bangsa. Nasionalisme Soekarno adalah solidaritas rakyat melawan penindasan dan menjujung tinggi humanisme,” tutur dia.

Namun demikian, Soeharto memelintirnya menjadi nasionalisme semu, yang menuntut rakyat tunduk atas nama persatuan dan pembangunan. Kemandirian bangsa digadaikan kepada modal asing dan utang luar negeri.

“Bagi kami Suharto tetap bukan Pahlawan. Sesungguhnya pahlawan sejati adalah mereka yang telah mati ditangan bangsanya sendiri,” tandasnya. (uad) 

  • Penulis: Metanew

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemensos Apresiasi Pemkot Tangerang Siapkan Masyarakat Lebih Tanggap Bencana

    Kemensos Apresiasi Pemkot Tangerang Siapkan Masyarakat Lebih Tanggap Bencana

    • calendar_month Rabu, 27 Agt 2025
    • account_circle Metanew
    • visibility 138
    • 0Komentar

    TANGERANG, MN- Kementerian Sosial (Kemensos) mengapreasi langkah Pemerintah Kota Tangerang untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana. Petugas Pusat Pengendali Operasi Penanggulangan Bencana Kementerian Sosial Muhamad Tatan mengapresiasi penyerahan bantuan logistik ke Kampung Siaga Bencana (KSB). “Ada beberapa poin yang kami sampaikan, salah satunya peningkatan kemandirian pengurus KSB agar bisa menjalankan organisasinya dengan baik […]

  • Semarak Bulan Bakti ke-65, Karang Taruna Kota Tangerang Gelar Aksi Tabur Bunga sampai Seminar Sosial

    Semarak Bulan Bakti ke-65, Karang Taruna Kota Tangerang Gelar Aksi Tabur Bunga sampai Seminar Sosial

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle Metanew
    • visibility 218
    • 0Komentar

    TANGERANG, MN- Jajaran Karang Taruna Kota Tangerang baru saja menggelar apel bersama dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Taruna Kota Tangerang dalam rangka menyemarakkan Bulan Bakti Karang Taruna ke-65. Ketua Karang Taruna Kota Tangerang, Aditya Pratama menuturkan, apel bersama sampai tabur bunga dilakukan sebagai refleksi bersama untuk menanamkan nilai kepahlawanan, patriotisme dan semangat […]

  • Dukung Tenaga Kerja Siap Pakai, Disnaker Kota Tangerang Buka Pelatihan Las Gratis

    Dukung Tenaga Kerja Siap Pakai, Disnaker Kota Tangerang Buka Pelatihan Las Gratis

    • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
    • account_circle Metanew
    • visibility 90
    • 0Komentar

    TANGERANG, MN-Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Tangerang terus mengoptimalkan peran Balai Latihan Kerja (BLK) untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) berkualitas dan kompeten. Kali ini, BLK Kota Tangerang membuka pendaftaran Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Pelatihan Las SMAW-3F Angkatan 2 Tahun 2026. Pelatihan ini diselenggarakan secara gratis tanpa dipungut biaya bagi warga […]

  • Maryono: Santri adalah Fondasi Moral Bangsa

    Maryono: Santri adalah Fondasi Moral Bangsa

    • calendar_month Minggu, 29 Jun 2025
    • account_circle Metanew
    • visibility 153
    • 0Komentar

    TANGERANG,MN – Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono Hasan, menghadiri acara wisuda akhir santri Pondok Pesantren Riyadhul Huda yang berlokasi di Kelurahan Belendung, Kecamatan Benda, Kota Tangerang, Minggu pagi (29/6). Maryono menyampaikan rasa syukur sekaligus kebanggaan atas keberadaan ekosistem pendidikan Islam yang terus berkembang di berbagai wilayah Kota Tangerang, termasuk di Kecamatan Benda. Alhamdulillah, melalui Pondok […]

  • Rumah Edukasi OC Jadikan Pasar Anyar Tangerang Pusat Literasi Pengolahan Sampah

    Rumah Edukasi OC Jadikan Pasar Anyar Tangerang Pusat Literasi Pengolahan Sampah

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle Metanew
    • visibility 151
    • 0Komentar

    TANGERANG, MN- Pasar Anyar Tangerang kini memiliki wajah baru dalam pengelolaan limbah. Melalui kolaborasi antara Unit Pengelola Pasar Anyar dengan Rumah Edukasi OC, sampah organik yang selama ini menjadi kendala kini disulap menjadi pakan ternak tinggi protein melalui budi daya maggot Black Soldier Fly (BSF) dengan teknik khusus. Langkah inovatif ini, tidak hanya berhasil menekan […]

  • Buka Liga PSSI Tangerang, Sachrudin Tekankan Pentingnya Disiplin dan Sportivitas

    Buka Liga PSSI Tangerang, Sachrudin Tekankan Pentingnya Disiplin dan Sportivitas

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle Metanew
    • visibility 120
    • 0Komentar

    TANGERANG, MN- Wali Kota Tangerang H. Sachrudin membuka secara resmi Kompetisi Liga PSSI Tangerang Tahun 2026 Kelompok Umur (KU) 13, 15 dan 17 Tahun. Kompetisi yang digelar dari bulan Mei hingga Juli tersebut diikuti oleh tak kurang dari 80 tim dan 2400 pemain yang terdiri dari 32 Tim dan 960 atlet U-13, 32 Tim 960 […]

expand_less