DKP Kota Tangerang Salurkan Bantuan Pangan Segar B2SA bagi 1.080 Balita Berisiko Stunting
- account_circle Metanew
- calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
- visibility 243
- comment 0 komentar

TANGERANG, MN – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang menyalurkan bantuan pangan segar Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) bagi 1.080 balita berisiko stunting di Kota Tangerang. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penyuluhan edukasi pengolahan menu B2SA kepada para orang tua, kader posyandu, serta pendamping keluarga.
Acara yang berlangsung pada Rabu (19/11/2025) di Kelurahan Koang Jaya, Kecamatan Karawaci tersebut turut dihadiri Asda II Dr. Eng Ruta Ireng Wicaksono mewakili Walikota Tangerang, Sachrudin, sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menurunkan angka stunting melalui intervensi spesifik dan sensitif pangan.

Asda II Kota Tangerang, Dr. Eng Ruta Ireng Wicaksono menyampaikan bahwa ketersediaan pangan sehat bagi balita merupakan langkah strategis dalam mencegah meningkatnya kasus stunting di Kota Tangerang.
“Pemerintah terus berkomitmen menghadirkan intervensi nyata. Bantuan pangan segar B2SA ini bukan sekadar paket bantuan, tetapi dorongan agar keluarga memahami pentingnya gizi seimbang bagi tumbuh kembang anak. Kita ingin memastikan seluruh balita di Kota Tangerang mendapatkan asupan yang sehat dan aman,” ujar Ruta.
Dijelaskan Ruta, ketersediaan pangan yang cukup, aman dan bergizi merupakan pondasi utama dalam membentuk SDM yang berkualitas. Namun demikian, kita masih menghadapi tantangan besar terutama masalah stunting.
“Stunting bukan hanya persoalan tinggi badan, tapi juga menyangkut perkembangan otak, kecerdasan, daya tahan tubuh, hingga masa depan anak-anak kita. Penanganan stunting ini tanggungjawab kita bersama, bukan hanya pemerintah,” tutur dia.
Ruta memaparkan, Kota Tangerang mencatat progres menggembirakan. Berdasarkan data e-PPGBM Oktober 2024 prevalensi stunting tercatat 5,6 persen, sebelumnya surveilans Juni 2024 melalui program Gertak Tangkas mencatat angka 4,9 persen dari 77.062 balita yang diskrining.
Sementara itu menurut SSGI 2024,Kota Tangerang memiliki angka 11,2 persen lebih rendah dari rata-rata Provinsi Banten 21,1 persen dan nasional 19,8 persen. Bahkan sejumlah data Dinas Kesehatan menunjukkan angka 10,61 persen pada 2025, artinya Kota Tangerang telah melampaui target nasional sebesar 15 persen.
“Upaya penanganan stunting ini tidak bisa dilakukan secara parsial dibutuhkan kolaborasi antara tenaga kesehatan, kader posyandu, masyarakat, dan peran aktif orangtua. Manfaatkan layanan yang diberikan pemerintah mulai dari Posyandu, Puskesmas hingga bantuan pangan dan sosial lainnya,” tandas Ruta.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang, Muhdorun AP menjelaskan bahwa bantuan pangan segar B2SA ini merupakan bagian dari program ketahanan pangan daerah yang menyasar kelompok rentan, terutama balita yang berisiko mengalami stunting.
“Kami tidak hanya memberikan bantuan bahan pangan, tetapi juga membekali keluarga dengan edukasi cara mengolahnya. Harapannya, keluarga bisa menerapkan pola makan B2SA secara berkelanjutan, tidak hanya saat menerima bantuan,” jelasnya.
Lanjut Mudorun, kegiatan ini dilaksanakan di 27 Kelurahan pada 10 Kecamatan yang menjadi lokus intervensi stunting di Kota Tangerang. Tujuannya adalah memastikan setiap balita memperoleh asupan gizi yang cukup dan beragam sekaligus memberdayakan para orangtua agar mampu mengolah makanan sehat dengan bahan lokal yang tersedia.
“Misal menu pangan bahan jagung memenuhi gizi apabila dikelola dengan baik rasanya sukai anak-anak, insyallah anak-anak kita tertarik,” terang dia.
Muhdorun juga menegaskan,bahwa di tahun 2045 Indonesia akan menyongsong indonesia emas, anak-anak kita saat ini yang nantinya akan memimpin. Maka itu penting ke depan perlu disiapkan generasi yang matang secara pertumbuhan dan pendidikannya.
“Kita harapkan gerakan upaya penurunan stunting ini sampai ke titik 0, maka harus fokus dan terarah. Kegiatan kita hadirkan sebagai layanan generasi anak yang sehat, cerdas, dan masa tumbuh kembang yang baik,” tukas dia.

Dalam kegiatan penyuluhan tersebut, para peserta diberikan contoh olahan menu B2SA yang mudah dibuat, terjangkau, dan sesuai kebutuhan gizi balita. Mereka juga diajak mempraktikkan langsung pengolahan makanan agar mampu menerapkannya di rumah.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Tangerang berharap angka stunting dapat terus ditekan dan kualitas kesehatan anak semakin meningkat. Kolaborasi semua pihak menjadi kunci. Dengan dukungan orang tua, kader, dan pemerintah, diharapkan juga bisa menghadirkan generasi Kota Tangerang yang sehat dan cerdas. (Adv)
- Penulis: Metanew

Saat ini belum ada komentar