Perkuat Daya Saing Industri, DisperindagkopUKM Kota Tangerang Gelar Bimtek TKDN bagi Pelaku Usaha
- account_circle Metanew
- calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
- visibility 323
- comment 0 komentar

TANGERANG, MN– Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DisperindagkopUKM) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada 15–16 Juli 2026.
Kegiatan yang diikuti 30 pelaku industri dari berbagai sektor di Kota Tangerang ini merupakan upaya meningkatkan daya saing industri lokal melalui pemahaman dan penerapan kebijakan TKDN.
Kepala Bidang Perindustrian DisperindagkopUKM Kota Tangerang, Tuti Alawiyah, mengatakan pelaksanaan bimtek tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen Pemerintah Kota Tangerang dalam mendukung kemajuan industri daerah agar mampu bersaing di tengah perkembangan dunia usaha yang semakin kompetitif.
Menurutnya, penerapan TKDN menjadi aspek penting yang harus dipahami pelaku industri karena tidak hanya berkaitan dengan kepatuhan terhadap regulasi pemerintah, tetapi juga menjadi nilai tambah yang mampu meningkatkan daya saing produk di pasar.
“Melalui kegiatan ini kami ingin meningkatkan pengetahuan dan kemampuan para pelaku industri di Kota Tangerang dalam memahami sekaligus menerapkan ketentuan Tingkat Komponen Dalam Negeri sesuai dengan peraturan yang berlaku. Harapannya, pelaku usaha dapat memanfaatkan peluang yang semakin besar melalui penerapan TKDN pada produk yang dihasilkan,” ujar Tuti, Kamis, 16 Juli 2026.
Ia menjelaskan, bimtek tersebut juga bertujuan membuka peluang pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha di Kota Tangerang. Dengan memiliki pemahaman mengenai sertifikasi TKDN, pelaku industri diharapkan dapat berpartisipasi dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah maupun sektor swasta yang mensyaratkan produk bersertifikat TKDN.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendapatkan materi dari narasumber yang berkompeten di bidangnya. Pada hari pertama, materi disampaikan oleh Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) yang memberikan pemahaman mengenai kebijakan serta implementasi TKDN.
Sementara pada hari kedua, peserta memperoleh pendalaman materi dari PT Sucofindo, khususnya terkait proses sertifikasi dan penerapan TKDN pada produk industri.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi interaktif sehingga peserta dapat berkonsultasi secara langsung mengenai berbagai kendala maupun tantangan yang dihadapi dalam proses penerapan TKDN di perusahaan masing-masing.
Tuti berharap, melalui kegiatan tersebut para pelaku industri semakin siap meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri sekaligus memenuhi berbagai persyaratan yang dibutuhkan untuk memperluas akses pasar.
“Kami optimistis, semakin banyak pelaku industri yang memahami dan menerapkan TKDN, maka semakin besar pula peluang produk-produk asal Kota Tangerang untuk bersaing di pasar nasional. Hal ini tentu akan berdampak positif terhadap pertumbuhan sektor industri sekaligus memperkuat perekonomian daerah,” katanya.
Ia menambahkan, DisperindagkopUKM Kota Tangerang akan terus menghadirkan berbagai program pembinaan dan peningkatan kapasitas bagi pelaku industri agar mampu menghasilkan produk yang berkualitas, berdaya saing, serta mampu mengikuti perkembangan regulasi dan kebutuhan pasar.
“Melalui pembinaan yang berkelanjutan, kami berharap industri di Kota Tangerang semakin maju, inovatif, dan mampu menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah,” tutup Tuti. (adv)
- Penulis: Metanew

Saat ini belum ada komentar